PMI tegaskan komitmen jangka panjang, perkuat peran Sampoerna sebagai motor perubahan untuk dampak sosial dan ekonomi yang nyata.
PMI menegaskan dukungan penuh terhadap Sampoerna, menyiapkan kolaborasi jangka panjang untuk memperkuat peran strategisnya.
Kolaborasi ini bukan sekadar program rutin, tetapi upaya nyata menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Simak di Berita, Analisis, dan Peluang Bisnis bagaimana langkah PMI dan Sampoerna mendorong perubahan positif di masyarakat.
PMI Tegaskan Komitmen Jangka Panjang Untuk Sampoerna
Indonesia tetap menjadi pasar dan basis operasi strategis bagi Philip Morris International (PMI). Di tengah dinamika industri tembakau nasional, PMI menegaskan komitmen jangka panjang untuk memperkuat posisi PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna).
Sampoerna dianggap bukan sekadar afiliasi bisnis, melainkan mitra strategis yang mendorong inovasi, pengembangan SDM. Dan menjaga kinerja bisnis PMI, baik regional maupun global.
President East South East Asia Pacific and Global Travel Retail PMI, Vassilis Gkatzelis, menyatakan bahwa peran Sampoerna memperkuat rantai pasok regional sekaligus meningkatkan daya saing PMI secara global, dengan kontribusi yang signifikan terhadap industri tembakau nasional (25/2/2026).
Investasi Strategis Dan Fasilitas Produksi
Sejak 2008, PMI telah menanamkan investasi sebesar 6,4 miliar dollar AS di Indonesia. Dari jumlah itu, sekitar 330 juta dollar AS atau Rp 5,3 triliun dialokasikan untuk fasilitas produksi produk tembakau bebas asap di Karawang, Jawa Barat.
Fasilitas ini menjadi yang ketujuh di dunia dan pertama di Asia Tenggara, dilengkapi Laboratorium Pengujian dan Analisis berstandar global yang didukung 200 tenaga ahli Indonesia.
Investasi ini tidak hanya memperkuat fondasi bisnis, tetapi juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja serta hilirisasi produk tembakau, menjadikan Sampoerna sebagai pusat ekspor PMI ke lebih dari 30 negara di Asia Pasifik.
Baca Juga: Menaker Pastikan Pelatihan Ahli K3 Umum Gratis, Bantu Tenaga Kerja Lebih Terampil
Jejak Rantai Nilai Dan Kemitraan
Memasuki usia 113 tahun, Sampoerna menyerap lebih dari 90.000 tenaga kerja langsung dan tidak langsung melalui 9 fasilitas produksi dan 43 Mitra Produksi Sigaret (MPS). Mitra ini dimiliki dan dioperasikan oleh koperasi serta pengusaha lokal.
Di sisi hulu, perusahaan bermitra dengan lebih dari 19.500 petani tembakau dan cengkih, serta sekitar 600 UMKM yang tersebar di 20 kota, didukung jaringan Sampoerna Retail Community (SRC).
Kemitraan ini menciptakan lebih dari 1.300 lapangan kerja baru sekaligus memperluas pemahaman konsumen dewasa mengenai produk tembakau bebas asap, memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
Dampak Ekonomi Dan Efek Berganda
Riset Litbang Kompas (2025) mencatat jejak ekonomi Sampoerna memberikan dampak tahunan Rp 204,1 triliun atau sekitar 1 persen dari PDB Indonesia. Rasio multiplier 1,7 kali menunjukkan setiap Rp 1.000 dari aktivitas Sampoerna mampu menghasilkan Rp 1.700 dalam ekonomi.
Efek ini terlihat dari produksi, distribusi, kemitraan, hingga aktivitas ekonomi lain yang terkait. Menciptakan efek berganda yang meluas ke berbagai sektor.
Selain sektor manufaktur, Sampoerna mendukung kemandirian ekonomi rakyat melalui pengembangan UMKM lewat SRC dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC). Menjangkau lebih dari 97.000 peserta dan membina sekitar 1.600 UMKM.
Talenta Indonesia Dan Apresiasi Pemerintah
Sampoerna juga berperan dalam pengembangan SDM, menyiapkan talenta berkualitas untuk mendukung operasi PMI di 39 negara. Sekitar 70 karyawan Sampoerna saat ini memegang posisi strategis di luar negeri.
Vassilis menekankan bahwa kemajuan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat kapabilitas regional sekaligus memajukan talenta lokal di panggung global.
PMI dan Sampoerna juga mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia, termasuk stabilitas ekonomi dan penindakan tegas terhadap rokok ilegal. Semua inisiatif perusahaan berlandaskan Filosofi Tiga Tangan, memastikan manfaat bagi konsumen, karyawan, mitra usaha, pemegang saham, dan masyarakat luas secara inklusif dan berkelanjutan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari money.kompas.com
- Gambar Kedua dari finance.detik.com
