BEI rencanakan evaluasi FCA, papan pemantauan khusus bakal berubah, investor perlu tahu dampaknya bagi pasar modal.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengejutkan publik dengan rencana evaluasi FCA dan pembaruan papan pemantauan khusus. Langkah ini memicu pertanyaan dari investor: perubahan apa saja yang akan diterapkan, dan bagaimana dampaknya terhadap perdagangan saham?
Evaluasi ini diyakini akan memengaruhi cara investor memantau pergerakan saham, khususnya di papan pemantauan khusus. Simak ulasan lengkap tentang langkah strategis BEI dan implikasinya bagi pasar modal di Berita, Analisis, dan Peluang Bisnis.
BEI Siapkan Evaluasi Sistem FCA
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan rencana evaluasi terhadap mekanisme Full Call Auction (FCA) yang diterapkan di papan pemantauan khusus mulai kuartal II‑2026. Evaluasi ini masuk dalam agenda kerja setelah seluruh proposal reformasi pasar modal disetujui oleh BEI.
FCA merupakan sistem perdagangan saham yang diberlakukan untuk emiten tertentu, terutama yang likuiditasnya rendah, guna memberikan perlindungan bagi investor dari manipulasi harga.
Rencana evaluasi ini menunjukkan bahwa BEI ingin menyesuaikan mekanisme perdagangan dengan kondisi pasar yang terus berubah, serta memastikan perlindungan investor tetap optimal tanpa membatasi dinamika pasar terlalu ketat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Tujuan Dan Pertimbangan Evaluasi FCA
Pejabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa papan pemantauan khusus dibuat untuk melindungi investor dari praktik manipulasi pada saham dengan likuiditas rendah. Mekanisme ini berfungsi untuk menetapkan aturan perdagangan yang berbeda dari pasar reguler.
Namun seiring waktu, literasi investor dan keterbukaan informasi pasar meningkat, sehingga BEI menilai sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali efektivitas FCA.
Menurut Jeffrey, beberapa tujuan awal dari penerapan papan pemantauan khusus mungkin sudah dapat dipenuhi melalui mekanisme lain yang lebih fleksibel, sehingga sebagian fungsi FCA bisa disesuaikan.
Baca Juga: Tiket Pesawat Naik? Kemenhub Jawab Permintaan Maskapai Yang Bikin Heboh
Kekakuan FCA Dan Alternatif Mekanisme
Sistem FCA selama ini memiliki aturan yang cukup ketat, terutama dalam pembatasan sesi perdagangan saham yang masuk dalam papan pemantauan khusus.
Dalam sistem ini, perdagangan dibatasi pada sesi tertentu sehingga aksi investor tidak sefleksibel di pasar reguler. Hal ini dinilai dapat menghambat beberapa dinamika pasar dan peluang transaksi.
BEI sedang mempertimbangkan opsi untuk kembali mengarahkan saham‑saham tersebut ke sistem continuous auction, di mana perdagangan berlangsung secara berkelanjutan mengikuti dinamika pasar tanpa pembatasan waktu yang ketat.
Kaitan Dengan Reformasi Pasar Modal
Rencana evaluasi FCA juga bagian dari upaya reformasi pasar modal yang lebih luas, termasuk penyesuaian aturan agar sesuai dengan praktik global dan rekomendasi lembaga indeks internasional seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI).
BEI menyatakan reformasi ini penting untuk meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat internasional. Sekaligus menarik lebih banyak investor, baik domestik maupun asing.
Penyempurnaan sistem papan pemantauan khusus diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara perlindungan investor. Dan kelancaran perdagangan saham tanpa menimbulkan batasan yang terlalu rigid.
Tanggapan Pelaku Pasar Terhadap Evaluasi FCA
Sejumlah pihak di pasar modal memberikan respons terhadap rencana evaluasi FCA. Ada yang menyambut positif karena dinilai dapat meningkatkan fleksibilitas perdagangan dan mengurangi hambatan transaksi.
Namun, beberapa pengamat pasar juga mengingatkan bahwa fungsi pengawasan tetap harus dijaga, terutama untuk saham‑saham yang berisiko manipulasi. Mereka menilai evaluasi harus berhati‑hati agar tidak mengurangi perlindungan investor.
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyebutkan bahwa alat pengawasan seperti FCA tetap diperlukan. Namun implementasinya tidak boleh terlalu kaku sehingga membuat investor kesulitan untuk bertransaksi.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari finance.detik.com
- Gambar Kedua dari kumparan.com
